Selasa, 23 Juni 2009

Nasib Film Indonesia di Bioskop Indonesia
Oleh : Ruslan Andy Chandra

11-Mar-2008, 08:11:54 WIB - [www.kabarindonesia.com]

KabarIndonesia - Memasuki sepuluh tahun era reformasi Indonesia,ternyata perkembangandunia perfilman Indonesiabak jalan di tempat. Banyak masalah harus dibenahi, misalnya persaingan usahayang tidak sehat di antara pengusaha bioskop; kreativitas sutradara, produser,penulis skenario, artis dan aktor Indonesia belum benar-benar mendapatkan ruangkebebasan; tidak adanya kewajiban menayangkan film Indonesia di bioskop Indonesia; serta minimnya digitalisasi produksi film Indonesia.

Di zaman yang serba terbuka, kerjasama antara produser film nasional dengan perusahaan bioskop dalam hal penayangan film masih belum terbuka. Produser film susah mendapatkan jaminan agar film mereka bisa ditayangkan di sebuah bioskop lebih dari 4 hari –apalagi jika minat penonton terhadap film tersebut rendah.

Produser film juga diminta menayangkan film di jaringanbioskop tertentu saja, sehingga berdampak mengurangi pendapatan mereka. Selamatahun 2007 beredar 78 judul film, namunhanya satu jaringan bioskop yang menayangkan semua film-film tersebut.

Sementara itu, revolusi digital yang sudah lama terjadi dijagat sinema, belum menyentuh wilayah konsumsi di Indonesia.Fenomena digital baru berlangsung di tingkat produksi. Produser sudah merasakan manfaat ekonomiskehadiran teknologi video digital, sedangkan penonton belum mendapatkan manfaatekonomis tersebut. Penyebabnya karena tak semua bioskop bisa menayangkanproduski digital.

Padahal, digitalisasi film akan membuka kesempatan yang luas bagi produser untuk memproduksi film karena biayanya yang murah. Penonton pun bakal mendapat banyak pilihan jenis, genre, tema, cerita, bahkan dapat menikmati film eksperimental dan art film.

Nah, untuk mendiskusikan beberapa soal mengenai film Indonesiayang belum menjadi “Raja di Negeri Sendiri” –apalagi di negeri tetangga, maka PWIR Korda Jakarta mengundang anda untuk berpartisipasi aktif dalam Diskusi “Nasib Film Indonesia di Bioskop Indonesia” yang diselenggarakan hari Rabu, 12 Maret 2008 bertempat di Jakarta Media Center (JMC), Kebon Sirih, Jakarta.

Keynote Speaker Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI Jero Wacik
Pembicara M Iqbal, Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Nia Dinata, Pelaku Film Budi Irawanto, Pengamat Film dari Fisip UGM Angelina Sondakh, Komisi X DPR RI.

Demikian informasi yang diterima dari Ketua PWIR Korda DKI Jakarta Asep R Iskandar dan Sekretarisnya Syahdan Nurdin.

Sumber image:jahmada.wordpress.com

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!!Kunjungisegera: http://www.kabarindonesia.com/

2 komentar:

  1. bener banget..film indonesia blm jadi raja di negeri sendiri.apalagi raja kualitasnya..
    tapi makin lama progress ko..
    hidup perfilman nasional!!

    BalasHapus